
Padang Panjang, GoSumatera— Tiga hari jelang Lebaran, Pasar Pusat Padang Panjang dipenuhi ribuan pengunjung yang berdesakan di lorong-lorong pasar, Jumat (28/3/2025).
Kesibukan luar biasa terasa saat pembeli memilih kebutuhan Idulfitri 1446 Hijriah dan pedagang yang tak henti-hentinya melayani pelanggan.
Pedagang dari Batipuh dan X Koto pun turut meramaikan pasar, membawa hasil tani segar serta makanan tradisional khas Minang.
Sejak pagi, suasana pasar semakin padat. Lapak-lapak penjual dipenuhi antrean pembeli. Di sudut lain, pedagang pakaian melayani pelanggan yang sibuk memilih baju Lebaran.
Penjual kue kering dan ketupat kebanjiran pesanan. Sementara penjual dandang dan panci pun tak kalah ramai diserbu pembeli yang bersiap memasak hidangan istimewa untuk Idulfitri.
Di tengah keramaian ini, Wali Kota, Hendri Arnis turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), memastikan kenyamanan dan keamanan di pasar.
Didampingi Kepala Disperdakop UKM, Javie Carter Eka Putra, Kadis Perkim LH, Alvi Sena, Kasat Pol PP Damkar, Benny, serta pejabat lainnya, Wako Hendri meninjau berbagai aspek penting. Mulai dari kebersihan hingga kelancaran arus lalu lintas.
"Saya minta tidak ada sampah berserakan. Kebersihan harus dijaga agar pasar tetap nyaman bagi semua. Parkir juga harus tertib supaya tidak menghambat lalu lintas," tegas Hendri.
Mengatasi lonjakan pengunjung, petugas dari Dishub dan Satpol PP diterjunkan guna mengatur arus lalu lintas serta memastikan pedagang tertib berjualan di tempat yang disediakan.
Sementara itu, di tengah kesibukan sidak, ada momen menarik yang mencuri perhatian. Seorang pengamen yang biasa menghibur pengunjung pasar terlihat tengah menyanyikan lagu.
Wako Hendri menghampiri dan meminta satu lagu spesial. Dengan penuh semangat, pengamen tersebut melantunkan lagu. Sejenak mencairkan suasana, melepas ketegangan di tengah hiruk-pikuk pasar.
Di salah satu sudut, terdengar suara pedagang menawarkan dagangan, pembeli yang sibuk menawar harga, serta petugas yang aktif menjaga ketertiban dan kebersihan.
Meski ramai, pasar menjadi tempat interaksi yang penuh kehangatan dalam sebuah kearifan lokal. (harris)
Share this Article